Senin, 22 Oktober 2018

Objek 3 Dimensi

Pengertian Objek 3 Dimensi

3D (Three Dimensional) atau tiga dimensi adalah setiap objek tiga dimensi yang mempunyai lebar, tinggi, dan kedalaman (width, height, dan depth). Dengan kata lain grafik 3D adalah grafik yang dipaparkan dalam bentuk 3 dimensi pada paksi atau koordinat x, y, dan z. Setiap obyek yang dibuat menggunakan software aplikasi 3D akan mempunyai dimensi seperti yang disebutkan di atas.

Objek 3 Dimensi

Pengertian objek sendiri adalah benda secara fisik dan konseptual yang ada disekitar kita.
Secara  konseptual  dalam  grafika  komputer  objek  3  dimensi  dibuat  dari rangkaian poligon. Poligon adalah sejumlah dari segmen garis yang dihubungkan antara ujung garis satu dengan yang lainnya membentuk suatu bidang tertutup.
Objek 3 dimensi memiliki tiga ukuran yaitu panjang, lebar dan kedalaman, 
dimana  dalam  geometri  disimbolkan  X,  Y  dan  Z. Menurut  fungsinya  objek  3 dimensi mempunyai dua variable bebas  (X dan Y) dan satu variable  tidak bebas 
(Z, karena nilai Z  tergantung pada nilai X dan Y). Objek 3 dimensi diantaranya 
sebagai berikut :  

1.  Kubus 
Kubus adalah balok dengan bidang­bidang sisi yang bujur sangkar. Batas­ 
batas luar kubus membentuk poligon enam sisi (heksagonal). 
2.   Balok 
Balok  adalah poligon  tiga  sisi  (heksagonal) beraturan dengan bidang sisi 
terdiri dari dua buah persegi panjang dan dua buah bujur sangkar. 
3.  Bola 
Bentuk bola diperoleh dengan memutar busur ½ lingkaran melalui sumbu 
yang melalui titik pusatnya. 

 POLIGON
Poligon  adalah  bentuk  yang  disusun  dari  serangkaian  garis. Gambar  dibawah ini 
memberikan  beberapa  contoh  poligon.  Titik  sudut  dari  poligon  disebut  vertex 
sedangkan garis penyusun poligon disebut edge.
GAMBAR POLIGON

Poligon digambar dengan menggambar masing­masing edge dengan setiap 
edge  merupakan  pasangan  dari  vertexi  –  vertexi+1  kecuali  untuk  edge  terakhir 
merupakan pasangan dari vertexn – vertex1. 
Jaring Poligon adalah  permukaan  yang dibuat dari kumpulan muka-­muka 
poligon. Secara konseptual,  jarring  poligon digunakan di grafika  komputer untuk 
menghasilkan objek 3 dimensi. Untuk lebih jelasnya, lihat pada gambar berikut:


Ilustrasi Muka Poligon Dengan Objek Kubus 


CONTOH GAMBAR OBYEK 3 DIMENSI
Sumber: google images

(dilembar berikutnya)






Agregasi

Agregasi dalam SQL merupakan proses untuk mendapatkan nilai dari sekumpulan data yang telah
dikelompokkan. Pengelompokan data didasarkan pada kolom atau kombinasi kolom yang dipilih.
Beberapa fungsi untuk agregasi adalah:

  1. MAX : mencari data terbesar dari sekelompok data
  2. MIN : mencari data terkecil dari sekelompok data
  3. COUNT : mencari cacah data (data NULL tidak akan dimasukkan dalam perhitungan,kecuali disebutkan secara khusus)
  4. SUM : mencari jumlah dari sekumpulan data numeris
  5. AVG : mencari rerata dari sekumpulan data numeris
Sintaks SQL untuk melakukan pengelompokan adalah:

SELECT [daftar-kolom-non-agregasi,] daftar-kolom-agregasi
FROM daftar-tabel
[WHERE kondisi-record-dalam-tabel]
[GROUP BY daftar-kolom-agregasi]
[HAVING kodisi-filter-hasil-agregasi]
[ORDER BY daftar-kolom-pengurutan]


Untuk memperjelas mekanisme pengelompokan, kita gunakan contoh tabel P berikut, yang bisa
anda dapatkan dengan menggunakan SQL query pada halaman terakhir bagian ini:


  1. Penggunaan fungsi agregasi tanpa pengelompokan berarti melakukan agregasi dari seluruh
    data.                                                                                                                                             SELECT max(thnakademik) as thnambilterakhir FROM P                            (akan mengambil tahunakademik terbesar yaitu '2004/2005')
  2. Penggunaan fungsi agregasi dengan pengelompokan berdasar pada kolom berarti
    melakukan pengelompokan dengan aturan dasar record-record yang memiliki nilai sama
    untuk kolom tersebut sebagai satu kelompok, dan bila nilai kolom pengelompokan
    tidak sama maka berada kelompok yang berbeda. Selanjutnya agregasi akan dilakukan
    untuk masing-masing kelompok data.
      ( a )  Agregasi berdasar satu kolom
             SELECT max(thnakademik), nilai FROM P GROUP BY nilai

       akan membentuk kelompok seperti gambar di bawah ini:


       sehingga hasil dari query di atas adalah:

 
       ( b ) Agregasi berdasar dua kolom
               SELECT max(thnakademik), nim,kodemk FROM P GROUP BY 
       nim,kodemk

       akan membentuk kelompok seperti gambar di bawah ini:


        sehingga hasil dari query di atas adalah:


        ( c ) Agregasi berdasar tiga kolom.
               SELECT max(thnakademik), nim,kodemk,nilai FROM P GROUP BY 
      nim,kodemk,nilai

        akan membentuk kelompok seperti gambar di bawah ini:


        sehingga hasil dari query di atas adalah:


CATATAN:
SEMUA KOLOM NON FUNGSI AGREGASI YANG DISEBUTKAN DI BELAKANG KLAUSA
SELECT HARUS DISEBUTKAN DI DALAM KLAUSA GROUP BY, BILA TIDAK MAKA
AKAN TERJADI KESALAHAN, BAIK TERDETEKSI SEBAGAI KESALAHAN SINTAKS
ATAUPUN KESALAHAN INFORMASI HASIL QUERY

Perhatikan gambar di bawah ini, bandingkan dengan data yang sebenarnya. Kolom nilai
akan tidak sesuai isinya (di dalam MySQL). Sedangkan untuk DBMS seperti Oracle,
pernyataan seperti itu akan dianggap secara sintaks tidak valid.



         SQL untuk membentuk tabel P

CREATE TABLE P (
    nim varchar(3) ,
    kodemk varchar(3) ,
    thnakademik varchar(10) ,
    nilai char(1)
)
INSERT INTO P (nim, kodemk, thnakademik, nilai) VALUES ('50', 'A1', '1999/2000', 'C');
INSERT INTO P (nim, kodemk, thnakademik, nilai) VALUES ('50', 'A1', '2000/2001', 'C');
INSERT INTO P (nim, kodemk, thnakademik, nilai) VALUES ('50', 'A1', '2001/2002', 'B');
INSERT INTO P (nim, kodemk, thnakademik, nilai) VALUES ('60', 'A1', '2000/2001', 'B');
INSERT INTO P (nim, kodemk, thnakademik, nilai) VALUES ('50', 'A1', '2004/2005', 'A');
INSERT INTO P (nim, kodemk, thnakademik, nilai) VALUES ('50', 'A2', '2001/2002', 'B');
INSERT INTO P (nim, kodemk, thnakademik, nilai) VALUES ('60', 'A2', '2002/2003', 'D');
INSERT INTO P (nim, kodemk, thnakademik, nilai) VALUES ('50', 'A2', '2003/2004', 'A');

TERIMAKASIH SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 10 Oktober 2018

Basis Data

Basis Data
basis data(bahasa Inggris:database) adalah kumpulaninformasiyang disimpan di dalamkomputersecara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatuprogram komputeruntuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.Perangkat lunakyang digunakan untuk mengelola dan memanggilkueri(query) basis data disebutsistem manajemen basis data(database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalamilmu informasi.Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebutskema. Skema menggambarkan objek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara objek tersebut.Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagaimodel basis dataatau model data. Model yang umumdigunakan sekarang adalahmodel relasional, yang menurut istilah laymanmewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan di mana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain sepertimodel hierarkisdanmodel jaringanmenggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antartabel.Istilahbasis datamengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagaisistem manajemen basis data(database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.Jadi secara konsep basis data atau database adalah kumpulan dari data-data yang membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation) dengan tatacara yang tertentu untuk membentuk data baru atau informasi. Atau basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan (relasi) antara satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan skema atau struktur tertentu. Pada komputer,basis data disimpan dalam perangkat hardware penyimpan, dan dengan software tertentu dimanipulasiunruk kepentingan atau keguanaan tertentu. Hubungan atau relasi data biasanya ditunjukkan dengan kunci (key) dari tiap file yang ada. Data merupakan fakta atau nilai (value) yang tercatat atau merepresentasikan deskripsi dari suatu objek. Data yang merupakan fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan pengolahan (proses) menjadi bentuk yang berguna atau bermanfaat bagi pemakainya akan membentuk apa yang disebut informasi. Bentuk informasi yang kompleks dan teritegrasidan pengolahan sebuah database dengan komputer akan digunakan untukproses pengambilan keputusan pada manajemen akan membenuk Sistem Informasi Manajemen (SIM),